Pada saat ini banyak marak kasus perjudian melalui bebrapa situs internet

Diatarannya judi poker online atau jenis judi poker lainnya. biasanya para pelaku permaianan judi poker online ini melakukan registrasi melalui online dengan memasukan beberapa data baik data diri dan data perbankan milik si pengguna layanan judi poker tersebut. Adapun beberapa bahayanya pada permainan judi poker tersebut di anataranya.

 

Phishing adalah pencurian data-data atau informasi pribadi yang sifatnya penting seperti nama, email, nomor rekening/kartu kredit, PIN kartu ATM, PIN  kartu kredit, kode OTP, hingga kode CVV (3 digit nomor di belakang kartu kredit).

Skimming atau populer dengan card skimming adalah teknik penipuan online yang digunakan untuk membobol kartu ATM/kartu kredit dengan cara menempatkan alat tersembunyi pada mesin ATM atau mesin  EDC guna merekam data-data pemilik kartu dari strip magnetik kartu ATM/kredit.

Kemudian, data yang telah dicuri atau dibajak tersebut akan dimanfaatkan oleh pembajaknya untuk menguras isi rekening bank Anda atau berbelanja dengan menggunakan data-data Anda. Atau hal ini sering disebut penipu akan mengambilahli semua aktivitas perbankan Anda dengan berpura-pura sebagai Anda.

Berikut daftar data-data yang perlu Anda jaga kerahasiaannya agar tidak diretas penipu

  • Data pribadi (nama, alamat, email, nomor handphone, nama orang tua, tanggal lahir dan lainnya)
  • Data identitas diri (KTP, SIM, KK, NPWP dan lain sebagainya)
  • Data bank atau mobile banking (nomor rekening, username, password, kode OTP (one-time password))
  • Data kartu debit (nomor kartu ATM dan PIN) dan data kartu kredit (nomor, pin, jenis kartu, nomor di belakang kartu kredit, dan sebagainya)
  • Data akun e-commerce, dompet digital dan paylater (username, password dan kode OTP)  

 

Sebelum mengetahui tips dan trik untuk mencegah kartu kredit atau kartu debit/ATM Anda dibajak orang lain, ada baiknya Anda terlebih dahulu menyimak apa saja cara yang sering digunakan oleh pembajak kartu untuk mencuri data Anda, yaitu:

  1. Penipuan Melalui Internet (online)

Dalam bertransaksi online, pemilik kartu tidak perlu menggunakan kartunya secara fisik (card not present atau CNP) dan juga tidak perlu membubuhkan tanda tangan. Jadi Anda perlu berhati-hati ketika bertransaksi online, misalnya aktivitas internet banking maupun belanja online di e-commerce.

Situs dengan keamanan tidak memadai akan dimanfaatkan oleh pembajak untuk mencuri data identitas kartu yang dimasukkan orang yang bertransaksi di Internet menggunakan fasilitas CNP tersebut. 

Pasalnya, dengan hanya bermodalkan data seperti nomor kartu, kode CVV dan bocornya kode OTP, penipu bisa melakukan transaksi menguras rekening Anda di internet dengan mudah. 

  1. Penipuan Melalui Telepon atau Email

Cara ini sangat populer dan sering terjadi. Pembajak akan menghubungi Anda melalui telepon atau email dengan mengaku dari pihak bank penerbit kartu kredit atau kartu debit. 

Modusnya, penipu meminta kerjasama Anda untuk tujuan memperbarui data-data bank, sistem bank lagi update, ada masalah dengan rekening atau kartu kredit Anda, hingga ada info menang hadiah ratusan juta tanpa diundi. 

Hal semacam ini jelas adalah scam alias penipuan. Perlu Anda ketahui bahwa bank tidak akan pernah meminta data nasabah melalui telepon, email, SMS, WhatsApp, DM  (direct message/ pesan di social media) maupun surat-menyurat.

Jika Anda melayani telepon/email semacam ini dengan memberikan data pribadi perbankan Anda, maka besar kemungkinan kartu kredit atau kartu debit Anda berisiko dibajak penipu.

  1. Penipuan Melalui Survei Online Maupun Telepon

Kadang pembajak akan memanfaatkan fasilitas telepon maupun internet untuk mengarang survei yang buntut-buntutnya akan meminta data keuangan Anda, misalnya berkaitan dengan kartu kredit atau debit. Pembajakan data kartu kredit atau debit berkedok survei ini juga harus diwaspadai.

  1. Penipuan Menempatkan Alat Phishing(berupa chip di lubang kartu mesin ATM (Skimming)

Mesin ATM juga termasuk alat yang sering diincar oleh pembajak kartu ATM maupun kartu kredit. Caranya membajak data pemilik kartu adalah dengan menempatkan alat sederhana berbentuk chip di lubang tempat memasukkan kartu ATM yang akan merekam data Anda dari kartu yang Anda masukkan.

Selain itu biasanya pembajak akan menempatkan kamera kecil di salah satu sisi mesin ATM untuk merekam saat tangan Anda memencet kode PIN. Dengan demikian mereka sudah mendapatkan data pribadi sekaligus PIN kartu Anda. Jadi kehahui modus klasik ini agar Anda bisa berhati-hati.

 

Inilah merupakan bahayanya kebocoran data pada pendaftaran permainan situs judi poker dan permainan judi online lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *